uCO8uJcd2NOW77jAZ4AbbiNUmGHcS2tFraLMRoIi

SOAL SUMATIF SENI RUPA KELAS VI BAB 2

 


Nama                          : __________________________

Kelas                           : 6 (Enam)

Materi                         : Seni Rupa - Eksplorasi Ragam Hias dan Kreativitas Visual

A. PILIHAN GANDA

Pilihlah salah satu jawaban (A, B, C, atau D) yang paling tepat!

  1. Istilah ragam hias berasal dari kata ornare yang diambil dari Bahasa Yunani, yang memiliki arti...

A. Menggambar                                                C. Mewarnai

B. Menghias                                                     D. Memahat

  1. Perhatikan ciri-ciri ragam hias berikut: Memiliki fokus di tengah dan pola bentuknya akan terlihat seperti bayangan cermin jika dibelah menjadi dua bagian yang sama. Berdasarkan polanya, jenis ragam hias tersebut adalah...

A. Ragam hias asimetris                                    C. Ragam hias simetris

B. Ragam hias tepi                                            D. Ragam hias menyudut

  1. Proses perubahan bentuk ragam hias nongeometris (seperti bentuk tumbuhan atau hewan) agar menjadi lebih indah tanpa menghilangkan bentuk aslinya di alam disebut dengan...

A. Stilasi (stilir)                                                C. Distorsi

B. Deformasi                                                    D. Abstraksi

  1. Alat bantu berupa mistar (penggaris) dan jangka biasanya digunakan untuk menggambar ragam hias dengan teknik...

A. Teknik manual                                             C. Teknik pointilis

B. Teknik mistar                                               D. Teknik arsir

  1. Pembuatan ragam hias pada kain batik umumnya digambar atau dicetak menggunakan alat khusus yang berisi cairan lilin (malam) panas, yaitu...

A. Canting                                                        C. Kuas

B. Pahat                                                            D. Jangka

  1. Ragam hias yang dibuat dengan cara membuat garis sejajar atau menyilang secara berulang dengan tingkat ketebalan berbeda untuk memberikan kesan gelap terang (dimensi) disebut teknik...

A. Teknik garis                                                 C. Teknik gosok (dussel)

B. Teknik arsir                                                  D. Teknik pointilis

  1. Susunan pola hias yang dibuat secara berulang untuk memperindah bagian pinggir suatu benda kerajinan serta berfungsi melindungi kerajinan dari kerusakan disebut...

A. Ragam hias tepi                                            C. Ragam hias simetris

B. Ragam hias sudut                                         D. Ragam hias gabungan

  1. Motif ragam hias daerah yang melambangkan harapan baik orang tua untuk pernikahan anaknya (seperti kebahagiaan, rezeki, dan kerukunan) adalah...

A. Motif kamoro dari Papua                              C. Motif ceplok grompol dari Yogyakarta

B. Motif keketusan wangga dari Bali                 D. Motif pucuk rebung dari Sumatra

  1. Alat yang digunakan dalam menggambar ragam hias dengan teknik gosok (dussel) dapat digosok menggunakan kapas, kertas, kuas, atau tangan dengan posisi pensil...

A. Tegak lurus                                                  C. Menyilang

B. Miring atau rebah                                         D. Berputar

  1. Perhatikan jenis ragam hias berikut: Ragam hias asimetris tidak memiliki pola berfokus di tengah dan sisi kanan-kirinya berbeda. Contoh karya seni yang menggunakan ragam hias asimetris adalah...

A. Atap rumah adat tongkonan                          C. Motif ulir ukiran Jepara

B. Wayang kulit                                                D. Motif tumpal pada tepi kain batik

 

 

B. URAIAN

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan tepat!

1.       Jelaskan perbedaan mendasar antara teknik mistar dan teknik manual dalam pembuatan ragam hias! Sebutkan masing-masing contoh motif yang biasa dibuat dengan kedua teknik tersebut!

2.       Sebutkan dan jelaskan 3 jenis ragam hias berdasarkan penempatan pada suatu benda (menurut tempatnya)! Berikan masing-masing satu contoh motifnya!

3.       Ragam hias di Indonesia tidak hanya berfungsi untuk memperindah benda secara visual, tetapi juga menyimpan nilai kearifan lokal. Pilihlah dua motif ragam hias daerah beserta makna yang terkandung di dalamnya berdasarkan materi!

4.       Dalam teknik manual, terdapat cara menggambar dengan membuat titik-titik secara berulang (teknik pointilis). Bagaimana cara kerja kerapatan titik dalam teknik tersebut untuk menghasilkan kesan gelap terang pada gambar?

5.       sangat penting untuk diperhatikan dalam pembuatan segala jenis ragam hias, baik pada media kayu, kain, maupun keramik? Jelaskan pendapatmu!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KUNCI JAWABAN & PEDOMAN PENSKORAN

A. Pilihan Ganda

  1. B (Menghias)
  2. C (Ragam hias simetris)
  3. A (Stilasi / stilir)
  4. B (Teknik mistar)
  5. A (Canting)
  6. B (Teknik arsir)
  7. A (Ragam hias tepi)
  8. C (Motif ceplok grompol dari Yogyakarta)
  9. B (Miring atau rebah)
  10. B (Wayang kulit)

B. Uraian

  1. Perbedaan Teknik Mistar dan Manual:
    • Teknik Mistar: Pembuatan ragam hias dengan bantuan alat bantu ukur seperti mistar (penggaris) dan jangka untuk menghasilkan bentuk yang teratur. Biasanya digunakan untuk motif geometris.
    • Teknik Manual: Pembuatan ragam hias secara langsung sesuai imajinasi pencipta tanpa menggunakan alat bantu ukur khusus. Biasanya digunakan untuk motif nongeometris (tumbuhan, hewan, figuratif).
  2. Jenis Ragam Hias Menurut Tempatnya:
    • Ragam hias simetris: Memiliki fokus di tengah dan pola seimbang seperti bayangan cermin (Contoh: atap rumah adat tongkonan).
    • Ragam hias asimetris: Tidak memiliki fokus di tengah dan sisi kanan-kiri berbeda sebagai ekspresi bebas (Contoh: ragam hias pada wayang kulit).
    • Ragam hias tepi: Disusun berulang untuk memperindah bagian tepi benda (Contoh: motif tumpal pada kain batik atau gigi balang pada atap rumah Betawi).
    • (Siswa juga boleh menyebutkan ragam hias sudut atau ragam hias gabungan).
  3. Makna Kearifan Lokal Motif Daerah:
    • Contoh 1: Motif Kamoro dari Papua melambangkan semangat dan keberanian penduduk aslinya.
    • Contoh 2: Motif Dayak latar Gringsing dari Kalimantan melambangkan hubungan harmonis, rukun, dan saling melengkapi antara manusia dengan lingkungan. (Atau motif daerah lainnya yang tercantum dalam materi).
  4. Analisis Teknik Pointilis:
    • Titik-titik yang dibuat tebal, rapat, dan saling berdekatan akan menghasilkan kesan bagian yang gelap atau berbayang. Sebaliknya, titik-titik yang dibuat lebih renggang akan menghasilkan kesan bagian yang terang, sehingga secara keseluruhan teknik ini mampu menciptakan ilusi tiga dimensi.
  5. Pentingnya Prinsip Keseimbangan:
    • Prinsip keseimbangan sangat penting agar susunan unsur-unsur seni rupa (garis, bentuk, warna) pada ragam hias terlihat serasi, rapi, tidak janggal di pandang mata, serta memperkuat nilai keindahan dan kesatuan (unity) dari suatu karya kerajinan.

 

Related Posts
Newest Older
Sugeng Riyanto
Aktif mengajar di sekolah dasar Purna PSP3 Kemenpora XXIV. Pernah menjadi sukarelawan UCFOS PK IMM FKIP UHAMKA. Kini tercatat sebagai salah satu guru penggerak angkatan 7. Penulis Buku "Pendidikan Tanpa Sekolah. Suka berpergian kealam bebas, Menulis berbagai jenis artikel.

Related Posts

Post a Comment