Nama :
__________________________
Kelas :
6 (Enam)
Materi : Seni Rupa - Eksplorasi Ragam Hias
dan Kreativitas Visual
A. PILIHAN GANDA
Pilihlah
salah satu jawaban (A, B, C, atau D) yang paling tepat!
- Istilah ragam hias berasal dari
kata ornare yang diambil dari Bahasa Yunani, yang memiliki arti...
A. Menggambar C.
Mewarnai
B. Menghias D. Memahat
- Perhatikan ciri-ciri ragam hias
berikut: Memiliki fokus di tengah dan pola bentuknya akan terlihat
seperti bayangan cermin jika dibelah menjadi dua bagian yang sama.
Berdasarkan polanya, jenis ragam hias tersebut adalah...
A. Ragam hias asimetris C. Ragam hias
simetris
B. Ragam hias tepi D.
Ragam hias menyudut
- Proses perubahan bentuk ragam
hias nongeometris (seperti bentuk tumbuhan atau hewan) agar menjadi lebih
indah tanpa menghilangkan bentuk aslinya di alam disebut dengan...
A. Stilasi (stilir) C.
Distorsi
B. Deformasi D. Abstraksi
- Alat bantu berupa mistar
(penggaris) dan jangka biasanya digunakan untuk menggambar ragam hias
dengan teknik...
A. Teknik manual C.
Teknik pointilis
B. Teknik mistar D.
Teknik arsir
- Pembuatan ragam hias pada kain
batik umumnya digambar atau dicetak menggunakan alat khusus yang berisi
cairan lilin (malam) panas, yaitu...
A. Canting C. Kuas
B. Pahat D. Jangka
- Ragam hias yang dibuat dengan
cara membuat garis sejajar atau menyilang secara berulang dengan tingkat
ketebalan berbeda untuk memberikan kesan gelap terang (dimensi) disebut
teknik...
A. Teknik garis C.
Teknik gosok (dussel)
B. Teknik arsir D.
Teknik pointilis
- Susunan pola hias yang dibuat
secara berulang untuk memperindah bagian pinggir suatu benda kerajinan
serta berfungsi melindungi kerajinan dari kerusakan disebut...
A. Ragam hias tepi C.
Ragam hias simetris
B. Ragam hias sudut D. Ragam
hias gabungan
- Motif ragam hias daerah yang
melambangkan harapan baik orang tua untuk pernikahan anaknya (seperti
kebahagiaan, rezeki, dan kerukunan) adalah...
A. Motif kamoro dari Papua C. Motif ceplok
grompol dari Yogyakarta
B. Motif keketusan wangga dari Bali D. Motif pucuk rebung dari
Sumatra
- Alat yang digunakan dalam
menggambar ragam hias dengan teknik gosok (dussel) dapat digosok
menggunakan kapas, kertas, kuas, atau tangan dengan posisi pensil...
A. Tegak lurus C.
Menyilang
B. Miring atau rebah D.
Berputar
- Perhatikan jenis ragam hias
berikut: Ragam hias asimetris tidak memiliki pola berfokus di tengah
dan sisi kanan-kirinya berbeda. Contoh karya seni yang menggunakan
ragam hias asimetris adalah...
A. Atap rumah adat tongkonan C. Motif ulir ukiran
Jepara
B. Wayang kulit D.
Motif tumpal pada tepi kain batik
B. URAIAN
Jawablah pertanyaan-pertanyaan
berikut dengan jelas dan tepat!
1. Jelaskan
perbedaan mendasar antara teknik mistar dan teknik manual dalam pembuatan ragam
hias! Sebutkan masing-masing contoh motif yang biasa dibuat dengan kedua teknik
tersebut!
2. Sebutkan
dan jelaskan 3 jenis ragam hias berdasarkan penempatan pada suatu benda
(menurut tempatnya)! Berikan masing-masing satu contoh motifnya!
3. Ragam
hias di Indonesia tidak hanya berfungsi untuk memperindah benda secara visual,
tetapi juga menyimpan nilai kearifan lokal. Pilihlah dua motif ragam hias
daerah beserta makna yang terkandung di dalamnya berdasarkan materi!
4. Dalam
teknik manual, terdapat cara menggambar dengan membuat titik-titik secara
berulang (teknik pointilis). Bagaimana cara kerja kerapatan titik dalam teknik
tersebut untuk menghasilkan kesan gelap terang pada gambar?
5. sangat
penting untuk diperhatikan dalam pembuatan segala jenis ragam hias, baik pada
media kayu, kain, maupun keramik? Jelaskan pendapatmu!
KUNCI
JAWABAN & PEDOMAN PENSKORAN
A.
Pilihan Ganda
- B
(Menghias)
- C (Ragam
hias simetris)
- A
(Stilasi / stilir)
- B
(Teknik mistar)
- A
(Canting)
- B
(Teknik arsir)
- A (Ragam
hias tepi)
- C (Motif
ceplok grompol dari Yogyakarta)
- B
(Miring atau rebah)
- B
(Wayang kulit)
B.
Uraian
- Perbedaan Teknik Mistar dan Manual:
- Teknik Mistar:
Pembuatan ragam hias dengan bantuan alat bantu ukur seperti mistar
(penggaris) dan jangka untuk menghasilkan bentuk yang teratur. Biasanya
digunakan untuk motif geometris.
- Teknik Manual:
Pembuatan ragam hias secara langsung sesuai imajinasi pencipta tanpa
menggunakan alat bantu ukur khusus. Biasanya digunakan untuk motif
nongeometris (tumbuhan, hewan, figuratif).
- Jenis Ragam Hias Menurut Tempatnya:
- Ragam hias simetris:
Memiliki fokus di tengah dan pola seimbang seperti bayangan cermin
(Contoh: atap rumah adat tongkonan).
- Ragam hias asimetris: Tidak memiliki fokus di tengah dan sisi kanan-kiri
berbeda sebagai ekspresi bebas (Contoh: ragam hias pada wayang kulit).
- Ragam hias tepi:
Disusun berulang untuk memperindah bagian tepi benda (Contoh: motif
tumpal pada kain batik atau gigi balang pada atap rumah Betawi).
- (Siswa juga boleh menyebutkan ragam hias sudut atau
ragam hias gabungan).
- Makna Kearifan Lokal Motif Daerah:
- Contoh 1:
Motif Kamoro dari Papua melambangkan semangat dan keberanian penduduk
aslinya.
- Contoh 2:
Motif Dayak latar Gringsing dari Kalimantan melambangkan hubungan
harmonis, rukun, dan saling melengkapi antara manusia dengan lingkungan.
(Atau motif daerah lainnya yang tercantum dalam materi).
- Analisis Teknik Pointilis:
- Titik-titik yang dibuat tebal, rapat, dan saling
berdekatan akan menghasilkan kesan bagian yang gelap atau berbayang.
Sebaliknya, titik-titik yang dibuat lebih renggang akan menghasilkan
kesan bagian yang terang, sehingga secara keseluruhan teknik ini mampu
menciptakan ilusi tiga dimensi.
- Pentingnya Prinsip Keseimbangan:
- Prinsip keseimbangan sangat penting agar susunan
unsur-unsur seni rupa (garis, bentuk, warna) pada ragam hias terlihat
serasi, rapi, tidak janggal di pandang mata, serta memperkuat nilai
keindahan dan kesatuan (unity) dari suatu karya kerajinan.
