BAB 2: NUSANTARA BERJUTA CERITA
1. Teks Sastra dan Cerita Bergambar
Pengertian Sastra: Karya seni yang disampaikan melalui bahasa untuk mengungkapkan gagasan, informasi, serta perasaan penulisnya dengan bahasa yang indah
. Karya Sastra vs Nonsastra:
Karya Sastra: Puisi, cerita pendek (cerpen), novel, drama, dan cerita rakyat
. Karya Nonsastra: Buku pelajaran (sejarah, seni musik, koding), karya ilmiah, atau esai
.
Cerita Bergambar: Karya sastra yang dilengkapi dengan ilustrasi/gambar
. Pada komik atau cerita bergambar, gambar mendominasi cerita, sedangkan pada cerpen atau novel, gambar berfungsi sebagai pelengkap .
2. Cerita Rakyat (Folklor)
Pengertian: Cerita yang diwariskan secara turun-temurun melalui lisan atau tulisan, biasanya mengandung nilai-nilai budaya serta pesan moral/pengajaran
. Jenis-Jenis Cerita Rakyat:
Mite: Cerita rakyat yang berhubungan dengan kepercayaan, gaib, atau hal-hal mistis (contoh: Nyi Roro Kidul)
. Legenda: Cerita rakyat yang mengisahkan asal-usul suatu tempat, benda, atau peristiwa alam (contoh: Legenda Danau Toba, Legenda Telaga Sarangan)
. Fabel: Cerita rakyat dengan tokoh hewan/binatang yang berperilaku dan berbicara seperti manusia (contoh: Kancil dan Harimau)
. Epos: Cerita rakyat yang mengisahkan kepahlawanan dan perjuangan (contoh: Ramayana)
. Sage: Cerita rakyat yang mengandung unsur sejarah (contoh: Kisah Kerajaan Majapahit)
. Cerita Jenaka: Cerita rakyat yang mengandung unsur humor atau cerita lucu (contoh: Pak Pandir)
. Dongeng: Cerita rakyat khayalan/rekaan yang disampaikan sekadar untuk hiburan (contoh: Si Kabayan)
.
3. Makna Denotatif dan Konotatif
Saat membaca cerita, pemilihan kata sering kali mengandung arti sebenarnya atau kiasan
Makna Denotatif: Makna lugas atau makna sebenarnya sesuai dengan kamus
. Contoh: Rumah itu hancur diguncang gempa (hancur = rusak/berantakan secara fisik)
. Contoh: Malam hari bintang bersinar di langit (bintang = benda langit)
.
Makna Konotatif: Makna kiasan, tambahan, atau bukan makna sebenarnya
. Contoh: Hatinya hancur karena dikhianati (hancur = sangat sedih dan kecewa)
. Contoh: Ahmad adalah bintang di kelas ini (bintang = anak yang terpandai/menonjol)
.
4. Menulis Teks Cerita Rakyat / Karangan Sederhana
Imajinasi dalam Menulis: Pengarang dapat menciptakan tokoh rekaan (karakter fiktif) dari benda, hewan, atau manusia
. Langkah Menciptakan Tokoh & Cerita:
Menentukan nama, usia, serta ciri fisik tokoh
. Menentukan sifat/karakter, kelebihan, dan kekurangan tokoh
. Merumuskan keinginan tokoh, masalah yang dihadapi, serta penyelesaian masalahnya
. Menyusun alur cerita berdasarkan kerangka tokoh tersebut
.
5. Pesan Moral dan Nilai-Nilai dalam Cerita
Cerita rakyat dan karya sastra Nusantara sering mengajarkan pesan positif, antara lain:
Menjaga dan Melestarikan Alam: Diperlihatkan melalui tradisi adat seperti Hikayat Lubuk Larangan (kegiatan menjaga kelestarian sungai dan ekosistem ikan)
. Pentingnya Berdoa dan Bertanggung Jawab: Dicontohkan melalui cerita fabel Doa-Doa dalam Sumur Tua
. Hormat kepada Orang Tua & Menjaga Sikap: Diperingatkan melalui legenda Batu Menangis dan Telaga Sarangan
.