Membaca bukan sekadar melafalkan kata demi kata. Di balik setiap kalimat dalam sebuah teks, ada makna yang perlu dipahami, hubungan ide yang perlu ditelusuri, dan pesan yang perlu ditangkap dengan teliti. Bagi siswa kelas 6, keterampilan memahami teks menjadi bekal penting untuk belajar di semua mata pelajaran.
Sebuah teks tersusun dari paragraf, dan paragraf terbentuk dari kalimat-kalimat yang dibangun oleh kata-kata. Setiap kata memiliki makna, termasuk kata khusus yang disebut istilah. Dalam bidang tertentu, istilah digunakan untuk menyampaikan makna yang lebih spesifik. Untuk memahami makna kata atau istilah, pembaca dapat memperhatikan konteks kalimat atau merujuk pada kamus seperti KBBI Dengan memahami makna kata secara tepat, isi teks akan lebih mudah dipahami secara utuh.
Selain memahami makna kata, pembaca juga perlu mengenali hubungan makna antarkata. Ada kata yang bermakna sama atau hampir sama, yang disebut sinonim, dan ada pula kata yang bermakna berlawanan, yang disebut antonim. Kemampuan mengenali keduanya membantu siswa memahami variasi bahasa dalam teks tanpa kehilangan makna utama.
Dalam sebuah paragraf, informasi bisa disampaikan secara langsung maupun tidak langsung. Informasi tersurat biasanya tampak jelas dalam kalimat, seperti peristiwa yang terjadi, tokoh yang terlibat, tempat, waktu, alasan, dan proses kejadian. Sementara itu, informasi tersirat tersembunyi di balik rangkaian kalimat. Untuk menemukannya, pembaca perlu memahami isi bacaan secara menyeluruh, lalu menarik simpulan dari informasi yang tersedia.
Setiap paragraf memiliki ide pokok sebagai inti pembahasan. Ide pokok biasanya terdapat pada kalimat utama, sedangkan kalimat penjelas berfungsi memperinci gagasan tersebut. Hubungan antara kalimat utama dan kalimat penjelas harus padu agar paragraf mudah dipahami. Ketika siswa mampu menemukan ide pokok, mereka dapat memahami arah pembahasan dengan lebih cepat.
Teks yang kita baca juga memiliki bentuk yang berbeda-beda. Ada teks deskripsi yang menggambarkan objek secara rinci sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat dan merasakannya. Ada teks narasi yang menceritakan peristiwa secara berurutan. Ada pula laporan yang memuat hasil kegiatan, pidato yang menyampaikan gagasan secara lisan, dan iklan yang bertujuan memengaruhi pembaca. Mengenali jenis teks membantu siswa memahami tujuan penulis dalam menyampaikan informasi.
Kemampuan memahami teks tidak berhenti pada membaca saja. Pembaca juga dapat memprediksi kejadian berdasarkan hubungan sebab-akibat dalam bacaan. Selain itu, isi beberapa teks dapat dibandingkan untuk menemukan persamaan dan perbedaannya. Dari sana, siswa belajar melihat informasi secara kritis dan terstruktur.
Semua keterampilan tersebut melatih siswa untuk berpikir runtut, memahami informasi secara mendalam, serta menyampaikan kembali gagasan dengan jelas. Literasi bukan hanya kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami, menafsirkan, dan menggunakan informasi secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Agar proses belajar lebih menarik dan mudah dipahami siswa, saya telah menyiapkan presentasi digital siap pakai yang dapat digunakan untuk pembelajaran di kelas maupun belajar mandiri di rumah. Materi disusun visual, ringkas, dan mudah dipahami anak.
Presentasi digital ini tersedia dalam format Canva dan bisa Anda miliki hanya dengan Rp5.000.
Jika Anda ingin pembelajaran lebih praktis, menarik, dan siap digunakan, silakan klik tautan pembelian yang telah disediakan dan gunakan materi ini untuk mendampingi anak belajar dengan lebih percaya diri.
Klik ini untuk pembelian
